Senin, 24 Maret 2014

TUGAS 1 FILSAFAT PANCASILA


TUGAS 1 FILSAFAT PANCASILA

1.       Jelaskan mengapa nilai – nilai pancasila secara sosiologis sudah ada sejak bangsa ini ada, serta jelaskan pula lahirnya Pancasila secara historis!
2.       Jelaskan perbedaan konsep Pancasila menurut Mr.M.Yamin dan Ir. Soekarno !
3.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahwa pancasila memiliki sifat sistematik dan hierarkis piramida!
4.       Dalam filsafat pancasila terdapat tiga tingkatan nilai sebagai bentuk aksiologi dari pancasila, yaitu nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis. Jelaskan!
5.       Jelaskan mengapa ideologi pancasila bukan merupakan ideologi campuran dari ideologi sosialisme maupun liberalisme!

 


1.  Nilai – nilai pancasila secara sosiologis memang sudah ada sejak dari dulu di bangsa indonesia, oleh karna itu lahirnya Pengertian Pancasila Secara Historis Pembahasan historis Pancasila dibatasi pada tinjauan terhadap perkembangan rumusan Pancasila sejak tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan keluarnya Instruksi Presiden RI No.12 Tahun 1968. Pembatasan ini didasarkan pada dua pengandaian, yakni:
1. Telaah tentang dasar negara Indonesia merdeka baru dimulai pada tanggal 29 Mei 1945, saat dilaksanakan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI);
2. Sesudah Instruksi Presiden No.12 Tahun 1968 tersebut, kerancuan pendapat tentang rumusan Pancasila dapat dianggap tidak ada lagi.

Permasalahan Pancasila yang masih terasa mengganjal terutama adalah tentang penghayatan dan pengamalannya. Hal ini tampaknya belum terselesaikan oleh berbagai peraturan operasional tentangnya. Dalam hal ini, pencabutan Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 (Ekaprasetia Pancakarsa) tampaknya juga belum diikuti upaya penghayatan dan pengamalan Pancasila secara lebih „alamiah. Tentu kita menyadari juga bahwa upaya pelestarian dan pewarisan Pancasila tidak serta merta mengikuti Hukum Mendel.



2.  Pendapat Menurut Tokoh-tokoh mengenai Pancasila Muhammad Yamin
Muh. Yamin yang lahir di Sawah Lunto Sumatra Barat, tanggal 23 Agustus 1903 adalah salah satu orang yang merumuskan tentang asas dan dasar negara pada sidang BPUPKI yaing isinya :
Perikebangsaan
Perikemanusiaan
Periketuhanan
Perikerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
Menurutnya Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik. Pengertian Pancasila menurut Ir. Soekarno adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun temurun sekian abad lamanya terpendem bisu oleh kebudayaan barat. Berikan penjelasn singkatnya yang dimaksud dengan !
a. Isi jiwa bangsa
maksud dari isi jiwa bangsa ialah keinginan bangsa indonesia untuk merasakan kemerdekaan yang turun temurun sekian abad.
Terpendam bisu
Maksud dari terpendam bisu adalah inspirasi atau masukan dari masyarakat yang tidak dapat dikeluarkan karena ketakutan masyarakat kepada budaya barat.
  
Pancasila merupakan hasil kesepakatan bangsa Indonesia berdasarkan justifikasi yuridik, filsafat dan teoritik serta sosiologik dan historik. Beri penjelasan singkat pada kolom di bawah ini !
Justtifikasi Yuridik
Bangsa Indonesia telah secara konsisten untuk selalu berpegang kepada Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana telah diamanatkan adanya rumusan Pancasila ke dalam undang-undang dasar yang telah berlaku di Indonesia dan beberapa Ketetapan MPR Republik Indonesia
Filsafat dan Teoritik
Yaitu merupakan usaha manusia untuk mencari kebenaran Pancasila dari sudut olah pikir manusia, dari konstruksi nalar manusia secara logik. Pada umumnya olah pikir filsafati dimulai dengan suatu aksioma, yakni suatu kebenaran awal yang tidak perlu dibuktikan lagi, karena hal tersebut dipandang suatu kebenaran yang hakiki. Para pendiri negara dalam membuktikan kebenaran Pancasila dimulai dengan suatu aksioma bahwa :”Manusia dan alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dalam suatu partalian yang selaras atau harmoni”. Aksioma ini dapat ditemukan rumusannya dalam Pembukaan UUD 1945 pada aline kedua, keempat dan pasal 29, sebagai berikut :
Berikan tanggapan penjelasan, mengapa Pancasila sebagai dasar negara dan Ideologi nasional, dikatakan sebagai hasil kesepakatan bangsa Indonesia !
Menurut saya Pancasila sebagai dasar negara dan Ideologi nasional, dikatakan sebagai hasil kesepakatan bangsa Indonesia dikarenakan dapat menjamin dan menjunjung tinggi dan menghargai manusia sesuai harkat dan martabat. Selain itu dapat menjamin terwujudnya msyarakat yang adil dan sejahtera dengan kesepakatan bangsa Indonesia apabila ada perilaku yang melanggar Pancasila dapat terkena sangsi yang telah disepakati.
Tuliskan perbedaan dan persamaan mendasar antara pendapat Ir. Soekarno dengan Mr. Muhammad Yamin berkaitan dengan pengertian Pancasila di bawah ini !
PERSAMAAN
Pancasila sama-sama merupakan falsafah negara yang berisi pedoman tentang aturan tingkah laku yang baik
PERBEDAAN
Menurut Mr. Muhammad Yamin
Merupakan 5 dasar yang merupakan pedoman tentang aturan tingkah laku yang baik
Menurut Ir. Soekarno
Merupakan isi jiwa bangsa Indonesia yang terpendam bisusetelah sekian abad lamanya oleh kebudayaan barat dan merupakan falsafah negara.
1.        Pengertian Pancasila
Dalam rangka lebih memahami tentang Pancasila sebagai idelogi terbuka, maka perlu dijelaskan lebih dahulu apa itu Pancasila. Banyak tokoh nasional yang telah merumuskan konsep Pancasila sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Namun jika dicermati,  secara umum definisi konsep tersebut relatif sama. Berikut adalah beberapa pengertian tentang Pancasila yang dikemukakan oleh para ahli.
a. Muhammad Yamin.
Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik.  Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman  atau  aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.
b. Ir. Soekarno
Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas  lagi, yakni falsafah bangsa  Indonesia.
(Sumber:  http://agustariani.blogspot.com/ , http://tumija.wordpress.com/2010/07/31/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka/  )

3. Susunan kesatuan sila-sila pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal yaitu : 1. Sila 1, meliputi, mendasari, menjiwai 2,3,4 dan 5 2. Sila 2, diliputi, didasari dan dijiwai sila 1, serta mendasari dan menjiwai sila 3,4 dan 5. 3. Sila 3, diliputi,didasari dan dijiwai 1,2 serta mendasari dan menjiwai sila 4 dan 5. 4. Sila 4, diliputi, didasari dan dijiwai sila 1,2,3 serta mendasari dan menjiwai sila 5. 5. Sila 5 diliputi, didasari dan dijiwai sila 1,2,3 dan 4.
Pancasila Sebagai Suatu Sistem   
Berdasarkan penjelasan tentang pengertian sistem tersebut di atas, maka
Pancasila sudah memenuhi syarat sebagai sebuah sistem, atau dengan kata lain
Pancasila bersifat sistematis/sistematik, karena:
1. Pancasila terdiri dari beberapa Sila, yakni Lima Sila
2. Diantara Lima Sila mempunyai hubungan yang sifatnya hirarkis (Sila
pertama: Ketuhanan mendasari dan menjiwai Sila kemanusiaan, Sila
persatuan, Sila kerakyatan dan Sila keadilan
3. Diantara Sila-Sila dalam Pacasila tidak saling bertentangan, bahkan
merupakan satu kesatuan yang bersifat komprehesif integralistik, saling mendukung dan saling melengkapi.
4. Diantara Sila-Sila dalam Pancasila mempunyai tujuan dan fungsi yang
sama, sebagai Dasar Negara, Dasar Filsafat Bangsa, Ideologi maupun
sebagai Pandangan Hidup (way of life) Bangsa Indonesia.





·         Pancasila Bersifat Hierarkis Piramidal
Susunan Pancasila adalah hierarkis piramidal, pengertian matematis pyramidal
untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila Pancasila dalam urutan luas (kuantitas)
dan juga hal isi sifatnya (kualitas). Kalau dilihat susunan sila-sila menunjukkan suatu
rangkaian tingkat (gradual) dalam luas dan isi sifatnya. Kesatuan sila-sila Pancasila
memiliki susunan yang hierarki piramidal, maka Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis
(landasan) dari sila kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
Secara ontologis sila-sila dalam Pancasila, yaitu: Tuhan, Manusia, Satu, Rakyat dan
Adil. Menurut Drs. Lasiyo dan Drs. Yuwono dalam bukunya Pancasila (Pendekatan
Secara Kefilsafatan) menyebutkan bahwa:

a). Hakekat Tuhan , antara lain adalah :
- Sebab pertama (causa prima)
- Maha Esa
- Asal mula dari segala sesuatu (jawa: sangkan paraning dumadi)
- Segala sesuatu yang ada tergantung kepada-Nya
- Sempurna dan Maha Kuasa, Maha rahim
- Tidak berubah, tidak terbatas, adanya mutlak
- Pencipta dan pengatur alam semesta
b). Hakekat Manusia adalah berdasarkan konsep Manusia Monopluralis
Notonegoro, yang terjelma dalam Susunan kodrat, terdiri dari makhluk berjiwa dan
makhluk beraga, sifat kodrat, terdiri makhluk individu dan makhluk sosial, dan Kedudukan
kodrat, yang terdiri dari makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk Tuhan.
c). Hakekat Satu
- Tak dapat dibagi dan terpisahkan dari segala sesuatu yang lain
- Merupakan diri pribadi dalam arti mempunyai sifat, bentuk, susunan dan
keadaan diri sendiri.
- Terpisah dengan hal lain yang mempunyai tempat dan ruang sendiri.
Contoh: - Ikrar Sumpah Pemuda (Satu bangsa, satu bahasa,satu tanah air.

d). Hakekat Rakyat
- Keseluruhan jumlah dari semua warga dalam Negara.
- Segala sesuatunya meliputi semua warga dan untuk seluruh warga.
- Adanya hak-hak serta kewajiban asasi, politis, ekonomi bagi setiap warga perseorangan dalam kaitannya dengan hakekat manusia dan negara .
e). Hakekat Adil
- Adanya pemenuhan hak dan kewajiban dalam hidup kehidupan manusia.
- Wajib harus lebih diutamakan dari pada hak.
- Pemenuhan wajib dan hak itu meliputi:

1. Keadilan Distributif (Membagi), yakni keadilan yang diberikan
pemerintah /negara kepada rakyat/warga negara.
Misal: Bunyi alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945, yakni Negara berke
wajiban melidungi tumpah darah Indonesia, memajukan kesejah
teraan umum, dan mencerdasakan kehidupan bangsa.

2. Keadilan Legal (Keadilan Taat), yakni keadilan yang diberikan warga
negara kepada pemerintah.

3. Keadilan Komutatif (Keadilan Timbal Balik), yakni keadilan yang
terjadi karena adanya hubungan antar sesama warga (individu) dengan
warga (individu) yang lain.
Misal: Hubungan perkawinan, hubungan /perjanjian utang, piutang antar
individu. membayar pajak, bela negara.
(sumber: http://indridjanarko.dosen.narotama.ac.id/files/2011/05/Modul-Pancasila-3-Pancasila-Sebagai-Sistem-Filsafat.pdf)

4. Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi terbuka, sangat mungkin mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang  dihadapi oleh bangsa Indonesia. Namun demikian faktor manusia baik penguasa maupun rakyatnya, sangat menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideologi dalam menyekesaikan berbagai masalah. Sebaik apapun sebuah ideologi tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang baik, hanyalah utopia atau angan-angan belaka.
Implementasi ideologi Pancasila bersifat fleksibel dan interaktif (bukan doktriner). Hal ini karena ditunjang oleh eksistensi ideologi Pancasila yang  memang semenjak digulirkan oleh para founding fathers (pendiri negara) telah melalui pemikiran-pemikiran yang  mendalam sebagai kristalisasi yang  digali dari nilai-nilai sosial-budaya bangsa Indonesia sendiri. Fleksibelitas ideologi Pancasila, karena mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
1) Nilai Dasar
Merupakan nilai-nilai  dasar yang  relatif tetap (tidak berubah) yang  terdapat di dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial), akan dijabarkan lebih lanjut menjadi nilai instrumentaldan nilai praxis yang  lebih bersifat fleksibel, dalam bentuk norma-norma yang  berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2) Nilai Instrumental
Merupakan nilai-nilai lebih lanjut dari nilai-nilai dasar yang  dijabarkan secara lebih kreatifdan dinamis dalam bentuk UUD 1945, TAP MPR, dan Peraturan perundang-undangan lainnya.
3) Nilai Praksis
Merupakan nilai-nilai yang  sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Nilai praxisyang  abstrak (misalnya : menghormati, kerja sama, kerukunan, dan sebagainya), diwujudkan dalam bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari. Dengan de mikian nilai-nilai tersebut nampak nyata dan dapat kita rasakan bersama.

5. Karena Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila merupakan ideologi nasional negara Indonesia. Secara umum ideologi merupakan kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh serta sistematis yang menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidang kehidupan politik, pertahanan, kemanan, sosial, kebudayaan, dan keagamaan.
Makna ideologi di Indonesia tercermin pada falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Karena, Pancasila mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa Indonesia di yakini paling benar. Pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam pembukaan UUD 1945, walaupun UUD 1945 telah mengalami beberapa kali perubahan (amandemen), Pancasila tetap menduduki posisi sebagai ideologi nasional dalam UUD 1945. Ideologi berasal dari Kata Yunani Idein artinya melihat dan logia yang berarti kata, ajaran. Ideologi secara praktis diartikan sebagai sistem dasar seseorang tentang nilai- nilai dan tujuan- tujuan serta sarana- sarana pokok untuk mencapainya.
Jika diterapkan untuk negara, maka ideologi diartikan sebagai kesatuan gagasan- gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, sosial maupun dalam kehidupan bernegara.

Selasa, 11 Juni 2013

Profile Of Foreign Bank Which Operats In Indonesia


CITIBANK

Citibank was founded in 1812 as the City Bank of New York. In 1894 in the largest bank in the United States. In 1902 he began an expansion throughout the world and became the first bank in the us that has the State Department. In 1930 he became the world's largest banks with over 100 branches in 23 countries. He changed his name to The First National City Bank of New York in 1955, and later became the First National City Bank in 1962 and became a Citibank in 1976.

Citibank was the first u.s. bank to introduce ATMs in the 1970s, in order the reduction of the "teller" humans and provide 24-hour account access.
Citibank now is the consumer and corporate bank from financial services giant Citigroup, its largest company in the world. Citibank operates in more than 50 countries in the world. More than half of its 1,400 offices are in the US, mostly in New York City, New York, Chicago, Illinois, Miami, Florida, and Washington, d.c., and also in California.
The Bank also offers insurance and investment products. They offer online services and is one of the most successful, with about 15 million users.

Global Consumer Banking
Citibank, N.A. Indonesia Branch, ("Citibank") is a branch of Citibank, N.A., headquartered in New York, u.s.a. Citigroup Inc. ("Citigroup") fully owns Citibank, N.A.
We first present in Indonesia in 1918 through the company before that, The International Banking Corporation in Batavia and Surabaya. Although the branch was closed in the 1920s, Citibank back in Jakarta in 1968 and offers a range of banking services.
Global Consumer Group is one of the main business in Citibank Indonesia which manages financial services consumer market. Consists of 4 business groups, namely banking services (Retail Banking), credit cards, credit Without Collateral – Personal Loan and Citifinancial.


2007 – Indonesia Bank Loyalty Award
Savings Account and Credit Card CategoryInfoBank (February 2008)
2007 Best Internet Bank
Global Finance (August 2007)
eCompany Award 2007
The Most Innovative Economic News (August 2007)
Best Financial Performance
Infobank (July 2007)
2005-2007 Indonesia Best Brand Award Award
SWA Magazine
The Best Foreign Bank
Investors (July 2007)
The Best Foreign Bank
Finance Asia (June 2007)
Indonesia Most Admired Company 2006 (2 consecutive years)
Business Week and FrontierMarketing Research (June 2007)
Best Wealth Management and Retail Banking Service Satisfaction Index & 2007
Marketing Magazine & CCSL (April 2007)
Best Corporate PR Program
Mix Magazine (January 2007)

JOB CONDITIONS

JOB CONDITIONS
WORKERS RATING
MANAGERS RATING
Full appareciation for work done
(1st)
(5th)
Feeling “in” on things
 (7th)
 (4th)
Sympathetic understanding of personal problems
(6th)
 (3rd)
Job security
 (4th)
(8th)
Good wages
 (3rd)
 (9th)
Interresting work
(2nd)
(6th)
Promotion & growth with company
(10th)
(10th)
Management loyalty to workers
 (9th)
(1st)
Good working conditions
(5th)
 (7th)
Tactful discplining
(8th)
(2nd)


WORKERS RATING
FULL APPRECIATION FOR THE WORK DONE (1st)
Appreciation to the employees needs to be done to better the job again in spirit. Appresiasi is done by the owner of the company.

Feeling "in" on the thing  (7th)
It was instrumental in the company's

Sympathetic understanding of personal problems (6th)
Sympathetic to employees needs to be done, in order for the employee to feel comfortable

Job security  (4th)
Very important for the comfort of the workers


Good wages  (3rd)
For the welfare of workers, and in return has been working with karna. Granting the wage must be adapted to the job.

Interresting work (2nd)
So that employees working the company more passion again and no saturation felt by workers.

Promotion & growth with company (10th)
Great for workers and to the company ahead. And can develop more business

Management of loyalty to workers (9th)
The Manager of a loyal worker will seriously to the task

Good working conditions (5th)
If conditions are good workers can do their job well

Tactful disciplining (8th)
With disciplined workers will be more menghagai time

MANAGERS RATING
FULL APPRECIATION FOR THE WORK DONE (5th)
A Manager better prioritize its work, and focus on the task given to the superior

Feeling "in" on the thing  (4th)
A Manager did not prioritize its not his job

Sympathetic understanding of personal problems  (3rd)
Dalam menjalankan tugasnya masalah pribadi tidak dibawa – bawa kedalam pekerjaan. Pekerja diharuskan lebih propesional dalam tugasnya

Job security (8th)
Keamanan dalam bekerja adalah salah satu kunci utama dalam kesuksesan perusahaan tersebut

Good wages (9th)
Pemberian upah yang sepadan yang telah seorang karyawan telah melakukan tugasnya

Interresting work (6th)
Seorang manajer yang mengantur perusahaan tersebut, begitu pila dengan menciptakan pekerjaaan menjadi menarik

Promotion & growth with company (10th)
Sebagai seorang manajer yang profesial tugasnya memajukan perusahaan tersebut agar berkembang

Management loyalty to workers (1st)
Manajer harus loyal terhadap bawahannya, agar menjadi atasan yang di segani oleh bawahannya. Atasan dan bawahan harus saling memiliki rasa solidaritas

Good working conditions  (7th)
Kondisi kerjas yang baik di lingkungan perusahaan akan menimbukan kenyaman bagi para pekerjanya, yang dapat dinikmati oleh atasan maupun bawahan

Tactful disciplining (2nd)
Dengan adanya disiplin yang tinggi dari seorang manajer akan memberikan contoh yang baik kepada karyawan yang lainnya